type='text/javascript'/>

Choirul Mahfud Marsahid

"berbagi adalah ibadah. this web for sharing".

Tuesday, February 07, 2012

Lan Fang Di Mata Sahabat


(Kiri: Pak Budi Santosa, Bu-Pak Tedja, CM, dan Lan Fang, saat di Tretes, Pasuruan).

Lan Fang adalah sosok yang tulus, terbuka dan apa adanya ketika bergaul antar sesama. Itulah kesan pribadi saya selama berinteraksi dengan Lan Fang, terutama ketika proses menulis untuk sebuah buku profil salah satu sekolah Tionghoa di Surabaya. Namun setelah itu, saya agak jarang berinteraksi langsung. Dan ternyata, saya tiba-tiba dikejutkan berita kondisinya sakit liver dari Pak Budi Santosa. Dan lalu meninggalkan kita semua.

Hal ini mengingatkan saya ketika Gus Dur wafat, Lan Fang menulis artikel berjudul “Imlek Tanpa Gus Dur”. Barangkali psikologi sosial warga Tionghoa di moment imlek 2012 ini merayakan imlek tanpa Lan Fang. Tepat 25 Desember 2011 lalu, salah satu sastrawan perempuan Tionghoa asal Surabaya, Lan Fang, meninggal dunia, di Rumah Sakit Mounth Elizabeth Singapura. Meninggalnya Lan Fang tepat saat umat Kristiani merayakan Natal tahun 2011. Sehingga diliputi suasana duka mendalam bagi masyarakat Surabaya khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.


Kepergian Lan Fang, sapaan akrab Go Lan Fang, meninggalkan tiga anak kembar. Ketiga anak Lan Fang tersebut berusia 14 tahun dan saat ini masih duduk di kelas II SMP. Sebagai bentuk solidaritas yang tinggi dari warga Tionghoa, ketiga anak Lan Fang tersebut (akan) dijamin biaya pendidikan dan keperluan lainnya oleh Bapak Budi Santosa, Keluarga Besar Marga Go dan Perhimpunan INTI Jatim. (Namun menurut informasi terbaru dari Pak Budi Santosa, bahwa pihak keluarga almarhum dengan hormat dan rasa terimakasih menolak untuk menerima santunan tersebut).

Lan Fang berpulang setelah terserang kanker hati yang dideritanya cukup lama, namun "ditahan sendiri" dan "dirahasiakannya". Dari Singapura, jenazah Lan Fang langsung disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa, Surabaya. Para pelayat dari sejumlah kalangan pun berdatangan silih berganti untuk mengenangnya.

Dahlan Iskan, Mantan CEO Jawa Pos yang saat ini sebagai Menteri BUMN, turut berduka yang disampaikan melalui salah satu koran di Surabaya. Demikian pula Budi Darma, Guru Besar UNESA, yang merasakan kehilangan sastrawan perempuan Tionghoa di negeri ini.

Budi Santosa, pengusaha Tionghoa dan sesepuh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur, menyatakan sangat kehilangan penulis yang amat dekat dengan berbagai kalangan agama dan suku maupun organisasi di Jatim. Sebagaimana diketahui, Lan Fang telah menerbitkan beberapa novel, di antaranya: Reinkarnasi (2003), Pai Yin (2004), Kembang Gunung Purei (2005), Perempuan Kembang Jepun (2006), Yang Liu (2006), laki-laki Yang Salah (2006), Kota Tanpa Kelamin (2007), Lelakon (2007) dan Ciuman Di Bawah Hujan (2010). Ibu tiga anak ini semasa hidupnya juga pernah menjadi nominasi Khatulistiwa Award tahun 2008 untuk novelnya Lelakon. Selain itu cerpen-cerpennya juga masuk dalam 20 cerpen Terbaik Indonesia versi Anugerah Sastra Pena Kencana 2008 dan 2009.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, mengatakan sosok dan karya sastrawan Lan Fang adalah inspirasi bagi semua orang. "Tidak ada alasan meragukannya. Lan Fang adalah inspirasi kita semua. Karya-karya maupun kepribadiannya sangat istimewa" ujarnya.

Menurut Sidharta Adhimulya, Koordinator Jaringan Intelektual Tao Liberal Indonesia, Lan Fang adalah pahlawan sejati Tionghoa di Indonesia, tetapi selama ini kurang mendapat perhatian dari kalangan Tionghoa.

Sementara itu, Aliptojo Wongsodihardjo, Ketua Kehormatan Perhimpunan INTI Jatim, selain seniman, ibu tiga anak ini ternyata juga banyak berkecimpung di kegiatan sosial. Berkat keaktifannya di berbagai bidang, tidak heran jika akhirnya Lan Fang dikenal banyak kalangan. "Lan Fang itu orang yang hebat. Bagi kami, dia teladan pembauran," ujar Ketua Kehormatan Perhimpunan Indonesia Tionghhoa (INTI), Aliptojo Wongsodihardjo.

Tofan Hidayat juga mengakui bahwa Lan Fang bisa diterima di semua kalangan. Tidak hanya mereka yang sama-sama Tionghoa, tetapi juga non Tionghoa bahkan di kalangan pesantren. “Lan Fang telah menunjukkan pembauran yang total semasa hidupnya” imbuhnya.

Menariknya, Prof. Nur Syam, Rektor IAIN Sunan Ampel menyatakan bahwa Lan Fang adalah “Humasnya” IAIN Surabaya. “Saya nyatakan Humas karena Lan Fang sering menjadi perantara kepada dunia wartawan atau sesama face booker untuk memberitakan tentang apa saja yang terjadi di kampus IAIN Surabaya” ungkap Nur Syam.

Di mata sahabat dan masyarakat Jawa Timur, Lan Fang adalah pahlawan. Untuk mengenang jasa dan perannya di masyarakat, sejumlah tokoh dari berbagai bidang menyemarakkan Festival Lan Fang di Kampoeng Media Suara Surabaya, Jalan Wonokitri Besar, Surabaya. Menurut Rully Anwar, penggagas festival, acara yang digelar komunitas ’Sahabat Lan Fang’ ini merupakan penanda dimulainya Festival Lan Fang hingga 11 Maret mendatang. Rully menambahkan bahwa sejumlah rangkaian kegiatan untuk mengenang Lan Fang, antara lain parade tokoh bacakan karya Lan Fang, diskusi, pembacaan puisi, musikalisasi, bedah novel, dan beberapa kegiatan lain.

“Puncaknya, pada 11 Maret 2012 atau bertepatan dengan hari kelahiran Lan Fang, akan digelar pameran lukisan, seni rupa, foto, penjualan buku karya Lan Fang, penyuluhan dan konsultasi kanker serviks dan payudara, serta pemutaran video Lan Fang” imbuhnya.

Semoga apa yang telah dilakukan selama ini, Lan Fang bisa dijadikan salah satu teladan bagi semuanya, khususnya dalam berbaur dengan semua kalangan dan selalu berusaha berkarya yang bermanfaat bagi orang lain. Salam damai....

4 komentar:

Mas, saya dengar besok adalah puncak acara "Sahabat Lan Fang" yang akan diselenggarakan di PTC. Adakah panitia yg saya bisa kontak via twitter atau email utk menanyakan detail acaranya? Mohon info. Thanks!
(Pieter Pitojo)

Mas, saya dengar besok adalah puncak acara "Sahabat Lan Fang" yang akan diselenggarakan di PTC. Adakah panitia yg saya bisa kontak via twitter atau email utk menanyakan detail acaranya? Mohon info. Thanks!
(Pieter Pitojo)

Mas, saya dengar besok adalah puncak acara "Sahabat Lan Fang" yang akan diselenggarakan di PTC. Adakah panitia yg saya bisa kontak via twitter atau email utk menanyakan detail acaranya? Mohon info. Thanks!
(Pieter Pitojo)

Besok bisa diceritakan lebih detail pak tentang Lan Fang pada Mata Kuliah PSI program PMT IAIN Sunan Ampel 8 Maret 2012...
Saya kok tertarik tentang biografinya.......

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More